Bulan Maret ini adalah bulan istimewa untuk Kota Kembang tercinta. Puluhan tahun silam, tepatnya 24 Maret 1946, kebakaran besar terjadi di kota Bandung, sebagai aksi yang disengaja dan berlangsung dalam skala luas, serta berlangsung berjam-jam lamanya. Sejarah mencatat kejadian tersebut sebagai ‘Bandung Lautan Api’ yang merupakan bagian dari strategi TRI dan rakyat untuk mencegah Sekutu dan NICA Belanda menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Dahsyat, dalam waktu sekitar tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, lalu meninggalkan kota untuk mengungsi ke daerah pegunungan di wilayah selatan. Kota Bandung sudah kosong dari TRI dan rakyat pada tengah malam, atau pukul 24.00, tetapi api yang membumbung tinggi dan membakar seluruh kota menjadi pemandangan lautan api yang luar biasa.

Kisah heroik yang tetap hidup hingga kini, di antaranya adalah penghancuran gudang amunisi tentara Sekutu oleh Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia). Muhammad Toha gugur dalam aksi peledakan tersebut.

‘Bandung Lautan Api’ membawa korban jiwa dan materi yang tidak sedikit, tetapi dinilai sebagai strategi yang tepat untuk menghadapi kekuatan Sekutu dan NICA yang lebih besar. Hal ini hanyalah taktik untuk melemahkan musuh dan memberi perlawanan yang tepat.

Semangat untuk kembali merebut kota Bandung tergambar dalam lagu “Halo Halo Bandung” yang ditulis beberapa tahun kemudian. Lagu tersebut menjadi lukisan kenangan tentang emosi dan suasana batin yang dialami para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, juga tentang penantian yang pasti, menunggu untuk kembali ke kota tercinta yang telah menjadi lautan api.

Kalau lah ada percik yang harus terus menyala, bahkan menjadi kobar api yang tak pernah sirna, api semangat adalah jawabannya. Semangat untuk mewujudkan Bandung Juara. Semangat untuk menjadikan kota tercinta menjadi yang terbaik dalam segalanya, kota yang membawa kebaikan, kesejahteraan serta kebahagiaan bagi para penghuninya, dan menjadi yang terdepan dalam karya nyata demi bangsa.

Semangat!


Comments
0 Comments

0 comments:

 
Cerita Atalia © 2013-2017. All Rights Reserved.
Top