Kegiatan arisan ibu-ibu sudah cukup lama populer di negeri ini, tak terkecuali di Kota Bandung tercinta. Acara ini kerap menjadi momen yang ditunggu-tunggu, sebagai ajang berkumpul dan bersosialisasi di antara sesama pesertanya. Arisan pun diselenggarakan dari mulai lingkup lingkungan RT, teman-teman sekantor, jamaah sepengajian dan lain sebagainya.

Saya bangga, saat ini di Kota Bandung banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan dan mereka berkumpul tidak hanya untuk bersilaturahmi saja. Lewat komunitas arisan inilah mereka ikut menebar manfaat sebanyak-banyaknya kepada sesama. Bentuk nyatanya dapat melalui bakti sosial, pemberian santunan untuk warga yang kurang mampu, ceramah, pelatihan, dan lain-lainnya.

Hari ini saya berkesempatan ikut menyaksikan aksi nyata komunitas arisan “Peace and Love” yang berbagi kebahagiaan bersama 250 orang anak yatim di Mercure Hotel, Bandung. Bagi saya, aktivitas positif ini sangat mengesankan dan patut diapresiasi.


Tak bisa dipungkiri, ada juga sebagian orang yang mungkin beropini bahwa kegiatan komunitas arisan ibu-ibu tak banyak guna manfaatnya, hanya buang-buang waktu, ajang pamer dan bahkan ditanggapi miring serta dibumbui tuduhan ini-itu. Padahal, nyatanya komunitas arisan bisa bergerak pada bidang yang sangat positif dan penuh manfaat.

Saya mah lebih cenderung untuk mengajak berbaik sangka, husnuzhan, atas apa yang nampak di permukaan. Menilai sepihak, judging, apatis dan bahkan menganggap negatif komunitas arisan memang mudah saja. Tapi, apa jadinya bila mereka yang dianggap rendah atau negatif itu nuatanya memiliki amal dan kedudukan yang lebih mulia di hadapan Allah SWT?


Kembali ke realitasnya, 250 orang anak yatim hari ini ikut mencicipi kebahagiaan bersama komunitas arisan ibu-ibu “Peace and Love”. Hatur nuhuun, terima kasih, ibu-ibu… atas limpahan cinta dan kebaikan kepada anak-anak ini.

Semoga keberkahan selalu bersama kita semua. Aamiin...
Comments
0 Comments

0 comments:

 
Cerita Atalia © 2013-2017. All Rights Reserved.
Top