Alhamdulillah, perjalanan saya berkunjung ke wilayah Cirebon kemarin berlangsung dengan lancer dan selamat. Saya sendiri hadir memenuhi undangan untuk menjadi narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan oleh IKU (Ikatan Keluarga Unswagati - Universitas Swadaya Gunung Jati) Cirebon. Secara keseluruhan, kunjungan ini bagi saya sungguh sangat berkesan.


Kebahagiaan diawali dengan penerimaan dari teman-teman BARKA (Balad Ridwan Kamil) Cirebon yang antusias dan pihak Aston Hotel yang hangat. Saya juga merasa sangat bersyukur dapat menghadiri pertemuan dengan keluarga besar saya, mengikuti sholat subuh berjamaah dan dzikir bersama di Pondok Pesantren Assalafiyyah, Plumbon, Cirebon.


Mengikuti pembacaan shalawat nariyah bersama para santri dan jamaah di ponpes tersebut merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Terima kasih atas penerimaan pihak pimpinan ponpes, santri dan jamaah semua.

Saya haturkan terima kasih pula atas kehangatan penyambutan dari Pak Rektor Unswagati dan seluruh civitas akademika, serta salut kepada ibu-ibu pengurus IKU yang luar biasa. Terasa sekali, indahnya silaturahmi dan semangat kebersamaan ini. Semoga pertemuan ini membawa berkah dan manfaat yang besar. Aamiin.


Catatan penting yang tak saya lupakan di Cirebon, tentu saja tentang kuliner Cirebon yang juara. Mereka yang berkunjung ke sini jangan sampai melewatkan untuk menikmati yang satu ini. Saya untuk pertama kali berkenalan dengan ‘docang’, hidangan khas Cirebon yang ternyata… sangat enak! Sajian ini disantap hangat-hangat dengan lontong dan kerupuk kremes. Mantap.

Sayang sekali, waktu berkunjung terasa amat singkat dan sempit. Saya merasa masih banyak hal yang perlu di-explore di wilayah Kota Udang, baik makanannya, wisatanya, dan potensi menarik lainnya. Termasuk, kemarin saya tidak sempat untuk berkunjung ke pengrajin ‘batik trusmi’.

Pokoknya, saya memang harus kembali berkunjung ke sana lagi. Harus!
Comments
0 Comments

0 comments:

 
Cerita Atalia © 2013-2017. All Rights Reserved.
Top