#siCinta Atalia
#siCinta Atalia
  • Home
  • Kegiatan
  • Opini
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Alhamdulillah, saya berkesempatan membersamai Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam peringatan Hari Ibu ke-94, dengan mengunjungi rumah Ibu Fatmawati di Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada hari Rabu, 21 Desember 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini diikuti oleh sejumlah menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, gubernur, bupati/walikota serta dinas pengampu urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari 36 provinsi seluruh Indonesia. Selain itu, turut bergabung berbagai organisasi perempuan, organisasi keagamaan, forum anak, tokoh perempuan, serta pemerhati isu perempuan dan anak.

Pada kesempatan ini, di rumah tempat asal istri proklamator tersebut, saya ikut menyaksikan penyerahan 200 paket bantuan untuk keluarga besar Ibu Fatmawati. Saya juga mendampingi Ibu Menteri melakukan kunjungan wisata di rumah ini, dan menghadiri jamuan makan siang bersama keluarga besar Ibu Fatmawati.


Kunjungan ini menyisakan kesan yang mendalam. Perjuangan perempuan hebat bernama Fatmawati binti Hassan Din, sebagai Ibu Negara pertama yang membersamai proklamator kemerdekaan Soekarno, pada masa-masa berat meraih kemerdekaan RI, akan selalu menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Saya memandang Ibu Fatmawati sebagai sosok perempuan sederhana, tetapi memiliki pandangan visioner untuk kemajuan bangsa. Beliau bukan hanya seorang pahlawan perempuan yang menjahit Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya, tetapi juga semenjak usia belia sudah menjadi pelopor pergerakan kemerdekaan di Bengkulu.

Pada masa penjajahan Jepang, Ibu Fatmawati menjadi Ibu Negara yang tangguh saat suaminya, Bung Karno, mengalami banyak intimidasi. Ibu Fatmawati kemudian juga menjahit bendera merah putih yang pertama untuk Indonesia.


Perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi kita, bagaimana seorang pejuang perempuan mendampingi pemimpin bangsa dengan semangat dan cinta kasih. Hal itu menjadi kekuatan dan pembelajaran untuk saling menginspirasi.

Inspirasi yang didapat dari kunjungan ini, menurut saya, senapas dengan semangat yang dikandung oleh tema peringatan Hari Ibu ke-94 tahun ini, yang masih sama dengan tema tahun sebelumnya, yaitu “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Tema ini juga tetap konsisten berfokus pada empat hal, yakni kewirausahaan perempuan, mempercepat kesetaraan, mempercepat pemulihan, perempuan dan digital economy, perempuan dan kepemimpinan serta perempuan terlindungi dan berdaya.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari perjuangan Ibu Fatmawati dan terus berjuang untuk memberdayakan perempuan Indonesia, untuk sama-sama mewujudkan Indonesia yang semakin berkemajuan.

Alhamdulillah, hari Jumat (29/4/2022) kemarin, saya dapat mendampingi Kang Emil untuk menyerahkan bonus bagi para atlet berprestasi di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Para atlet ini adalah mereka yang telah mengharumkan nama Jawa Barat di ajang PON (Pekan Olahraga Nasional) XX/2021 Papua dan Peparnas (Pekan Paralympic Nasioanal) XVI Papua, beberapa waktu yang lalu.

Salah satu momen yang berkesan, yakni saat melihat Gubernur Jabar memberikan uang kadeudeuh sebesar 1 miliar rupiah untuk Teh Selly, nama lengkapnya Selly Dwi Juniarti, yang merupakan peraih 4 medali emas pada cabang atletik. Wow! Keren banget! Teh Selly ini di antaranya turun pada nomor 200 meter putri.

Teh Selly adalah sosok yang sangat menginspirasi. Kondisi dirinya yang tuna rungu, tak membuatnya ragu untuk terus berprestasi. Ia patut menjadi teladan bagi para disabilitas maupun non disabilitas untuk terus berlatih, berkarya, dan berprestasi.


Selain Teh Selly, terdapat pula atlet Tantri Trin Sentina, yang turun pada cabor tenis lapangan sepatu roda, yang secara luar biasa mampu meraih 1 emas dan 2 perak, sehingga berhak menerima bonus Rp 640 juta atas pencapaiannya.

Saya sangat bangga atas pencapaian yang diraih oleh Teh Selly dan para atlet lainnya. Mereka telah memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat. Semoga bonus yang didapatkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Jawa Barat tidak membeda-bedakan perlakuan bagi semua yang ingin maju. Hal yang paling penting yang bisa diambil dari olahraga prestasi adalah inspirasi, bahwa tidak boleh ada hambatan apapun untuk meraih cita-cita dengan kerja keras dan ketekunan.


Hatur nuhun, terima kasih, saya ucapkan atas dukungan maksimal yang telah diberikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, CdM (Chef de Mission) Kontingen PON Setiawan Wangsaatmaja, CdM Kontingen Peparnas Dedi Supandi, KONI Jawa Barat, dan NPCI Jawa Barat.

Atalia Praratya
Chaperone Atlet Jabar
Bunda Asuh Disabilitas

Seusai menggunting pita yang terpasang di pintu rumah bercat putih yang dihadiahkan kepadanya, Dayat Hidayat (47) melangkahkan kaki memasuki rumah, lalu mengangkat kedua tangan dan berdoa.

Petugas kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu tak kuasa menahan haru. Ia pun lantas bersimpuh, kemudian bersujud syukur.

Hari itu, Sabtu, 17 Juli 2021, merupakan hari yang bersejarah bagi Dayat. Pada hari itu, dia menerima kunci rumah hadiah dari relawan Jabar Bergerak.

Setelah beberapa puluh tahun, mimpi Dayat untuk memiliki rumah sendiri akhirnya terwujud. Kini Dayat bersama keluarganya bisa dengan tenang tinggal di rumah tipe 36 di Bukit Esma, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Dia bersyukur bisa mendapat hadiah rumah di lahan seluas 66 meter persegi yang bisa dia tempati bersama istri dan tiga anaknya tanpa harus mengkhawatirkan uang sewa.

Kini ia tidak perlu khawatir akan diusir dari rumah kontrakan karena tidak sanggup membayar uang sewa.

“Saya sangat senang dan bahagia. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Atalia yang telah menginisiasi kegiatan ini. Juga para dokter dan perawat di RSUD,” kata Dayat, yang berencana segera memboyong istri dan anak-anaknya dari rumah kontrakan ke rumah barunya.

Dayat merupakan satu dari 884 peserta program Romantis (Roemah Nyaman Gratis) yang digagas oleh Jabar Bergerak.

Sebanyak 30 karyawan RSUD Soreang yang melihat langsung dedikasi Dayat dalam bekerja merekomendasikan dia sebagai calon pahlawan COVID-19 ke organisasi Jabar Bergerak.

Relawan Jabar Bergerak kemudian melakukan survei ke tempat kerja Dayat, mewawancarai pemberi referensi, serta datang langsung ke rumah Dayat tanpa sepengetahuan dia.

Jabar Bergerak memutuskan untuk menobatkan Dayat sebagai "Pahlawan COVID-19" setelah melihat dedikasinya dalam mendukung penanganan COVID-19.

Dayat sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di RSUD Soreang. Ia bertugas membersihkan area di sekitar instalasi gawat darurat (IGD).

Selain menjalankan tugas utamanya sebagai petugas kebersihan, Dayat secara sukarela membantu keluarga pasien COVID-19 yang datang ke IGD RSUD Soreang.

Dayat siaga 24 jam menyemprotkan disinfektan, mengantar pasien ke ruang isolasi, hingga membantu mengurus jenazah pasien COVID-19.

Dayat tahu apa yang dia lakukan membuat dia dan keluarganya berisiko tertular virus penyebab COVID-19. Oleh karena itu, Dayat selalu bekerja sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan di lingkungan rumah sakit.

Selain Dayat, organisasi Jabar Bergerak juga menobatkan Sujono (34) sebagai "Pahlawan COVID-19".

Relawan di Puskesmas Padasuka, Kota Bandung, itu merupakan satu dari 886 peserta program Modis (Motor Idaman Gratis) yang digagas oleh Jabar Bergerak.

Sujono, yang selama ini tidak punya pekerjaan tetap, direkomendasikan sebagai calon pahlawan oleh dua petugas Puskesmas Padasuka karena dedikasinya dalam membantu penanganan COVID-19 dinilai luar biasa.

Sujono banyak membantu memudahkan urusan petugas puskesmas dalam menangani penderita COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Ia membantu petugas memeriksa dan mengecek kondisi warga yang terindikasi terserang COVID-19 serta membantu menyampaikan penyuluhan mengenai protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Sujono juga menggagas pengumpulan dana untuk membantu tenaga kesehatan yang terserang COVID-19.

Atas dedikasinya, Jabar Bergerak memberikan hadiah sepeda motor kepadanya pada Rabu (14/6) di Sekretariat Jabar Bergerak, Kota Bandung.

“Saya bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada Jabar Bergerak dan sponsor atas penghargaan ini. Sangat bermanfaat bagi saya,” kata Sujono.

Tanda Cinta

Dalam satu setengah tahun terakhir, para dokter, tenaga kesehatan, dan warga berjibaku melawan pandemi COVID-19 dengan segala upaya.

Guna mengapresiasi dan menyemangati para pejuang kemanusiaan pada masa pandemi, Jabar Bergerak menjalankan program penghargaan Romantis (Roemah Idaman Gratis) dan Modis (Motor Idaman Gratis).

Pendiri sekaligus Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil secara simbolis menyerahkan hadiah rumah kepada petugas kebersihan RSUD Soreang Dayat Hidayat via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (16/7).

Sedangkan hadiah sepeda motor diserahkan langsung kepada tenaga nonmedis Puskesmas Padasuka Sujono di Sekretariat Jabar Bergerak, Kota Bandung, Rabu (14/7).

"Ini adalah tanda cinta kepada para pejuang COVID-19 ini dalam bentuk yang nyata," kata Atalia, istri Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil.

"Gayung bersambut, Jabar Bergerak mendapatkan banyak dukungan dari sponsor seperti bank BJB dan Ingria Group untuk memberikan hadiah berupa rumah dan motor," katanya.

Atalia mengatakan bahwa bantuan untuk kedua pejuang COVID-19 berasal dari sumbangan para donatur, bukan dari dana pemerintah.

"Ini adalah dari kebaikan para donatur. Jabar Bergerak hanya menjadi kepanjangan tangan dari mereka. Kebaikan hati para donatur itu sudah selayaknya diterima dengan hati juga," kata Atalia.

Para penerima penghargaan direkomendasikan orang-orang di sekitar mereka untuk mendapatkan hadiah dalam program Romantis dan Modis.

Hadiah dalam program Romantis diberikan kepada orang yang mendukung penanganan COVID-19 namun mengalami kesulitan ekonomi dan tidak memiliki rumah serta direkomendasikan oleh teman atau tetangga atau organisasi.

Adapun syarat bagi calon penerima hadiah Modis yakni kesulitan secara ekonomi, tidak memiliki motor, dan direkomendasikan oleh teman atau tetangga atau organisasi karena dinilai mendukung penanganan COVID-19.

Atalia menuturkan, ada sekitar 1.769 pejuang COVID-19 yang direkomendasikan oleh orang-orang di sekitar mereka untuk mendapat hadiah dalam program Romantis dan Modis.

Jabar Bergerak menyeleksi mereka dengan melakukan survei ke lokasi kerja serta mewawancarai orang-orang yang memberikan rekomendasi.

Setelah menjalankan program Romantis dan Modis periode pertama pada Maret 2021, Jabar Bergerak berencana menggelar program penghargaan Romantis dan Modis periode kedua.

"Seperti pada periode pertama, program ini juga akan memberikan sebanyak sembilan rumah dan sembilan motor kepada para pejuang pandemi COVID-19 yang meliputi tenaga kesehatan, para tenaga pendidik, pejuang UMKM, dan relawan non-medis," kata Atalia.

Program penghargaan itu, menurut dia, merupakan bagian dari upaya untuk membangun solidaritas kepada sesama pada masa pandemi COVID-19.

"Ini semata dari kebaikan donatur dan kebaikan hati masyarakat. Semua yang terlibat di Jabar Bergerak juga tidak menerima honor, tetapi murni sebagai relawan," katanya.

Selain menumbuhkan rasa solidaritas, program penghargaan semacam itu diharapkan bisa menjadi penyuntik semangat bagi para petugas dan sukarelawan yang sehari-hari terlibat dalam upaya penanggulangan COVID-19.

Sumber: Antaranews.com

Senin, 11 Maret 2019, saya berkesempatan menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Nasional di Posyandu Teratai 21 yang berlokasi di Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung.


Posyandu Teratai adalah perwakilan dari Provinsi Jawa Barat untuk Lomba Posyandu Tingkat Nasional, yang berarti merupakan yang terbaik di Jabar. Apa ya rahasia suksesnya? Ternyata, karena telah banyak inovasi yang dilakukan oleh posyandu tersebut dalam melayani masyarakat di sekitarnya.


Salah satu inovasinya, ada program Posyandu Teratai 21 yang namanya PILKADA. Tapi, ini bukan pemilihan ketua balita yaah, tapi Pijat Lembut untuk Bayi dan Balita. Kreatif ya?


Posyandu Teratai akan mengikuti lomba pelaksanaan terbaik tingkat nasional Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Kesrak PKK), Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)-Kesehatan, Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXVI.


Yuk, kita dukung dan doakan bersama, biar Posyandu Teratai 21 Ciwidey jadi juara. Dan jangan lupa, semoga kesuksesan posyandu ini pun menjadi inspirasi untuk kita semua.
Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman adalah pondok pesantren di daerah Parung, Kabupaten Bogor, yang memiliki lebih dari 15.000 santri. Jumlah yang banyak dan mengagumkan. Saya sangat terkesan dengan apa yang saya saksikan, ketika berkesempatan mengikuti acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di ponpes tersebut.

Tapi, bukan hanya itu yang bisa membuat kita berdecak kagum. Apa yang menarik? Selain jumlah yang luar biasa tersebut, kurikulum yang lengkap (termasuk ekskul-nya juga), semua santri di pondok ini juga ternyata tak dikenakan biaya alias gratis untuk belajar dan mondok di sana.
Subhanallah…, jujur saja saya tidak habis pikir, bagaimana cara mereka mengurus begitu banyak santri? Bagaimana mencukupi dan mengelola kebutuhan makan-minumnya, pendidikannya, kesehatannya, kesehariannya dan lain-lainnya?

Umi Waheeda, perempuan berdarah Singapura-Melayu, yang menjadi pimpinan ponpes ini, ternyata mendidik para santri untuk mandiri. Kemandirian menjadi hal yang sangat menonjol dan istimewa. Ponpes memiliki pabrik roti, mampu membuat sabun, membudidayakan bawang putih, bercocok-tanam dan menanam padi sendiri, sehingga mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Peminat untuk menjadi santri di lembaga pendidikan Islam ini juga semakin meningkat. Hal yang kembali menimbulkan kekaguman, bahwa tahun lalu para peminat tersebut sudah mencapai 25.000 orang dan hanya sanggup ditampung 15.000 orang saja.

Subhanallah… semoga ponpes  ini menjadi inspirasi bagi kita. Apa yang saya saksikan kembali mengingatkan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama diniatkan untuk kebaikan. Sebab, dengan niat yang lurus dan mulia, maka Allah akan memberi jalan. Semoga ponpes ini terus berdiri dan memberi kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi dunia pendidikan. Aamiin.
Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Tips Disayang Suami Ala Atalia Kamil
  • Daftar Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Panci Multifungsi Panineungan
  • Gaya Istri Ridwan Kamil Cantik Serba Merah Saat Suami Dilantik Jadi Gubernur
  • Riwayat Singget Perjoangan Raden Dewi Sartika
HIKMAH
ARTIKEL

Copyright © ataliapraratya.com