• Kabar

    24 November 2018

    Rejeki, Tak Selalu Beli, yuk Syukuri!


    Saat diantar-jemput dengan jet pribadi beberapa waktu lalu, saya terpana melihat begitu banyaknya pesawat jet VIP, termasuk pesawat dan heli yang dimiliki Bu Susi. Tanpa sengaja saya berucap, "Woww... masya Allah... kapannn ya punya yang seperti ini?"

    Kang Emil hanya bilang, "Teteh..., bersyukurr... kita mah ga perlu beli pesawat jetnya, bayar supirnya, beli bensinnya, memeliharanya, tapi bisa berkesempatan mengendarainya. Ini rejeki."

    Eh, iya... ya Allah... Alhamdulillah.... šŸ˜Š


    Kini, saya semakin memahami bahwa rejeki itu adalah apa yang kita hirup, kita makan, kita gunakan dan kita nikmati. Termasuk rejeki kesehatan, memiliki pasangan hidup, keluarga, dan teman-teman. Bisa jadi rejeki itu akan melalui orang lain, tetapi ketika kita yang menikmatinya, maka hakekatnya itu adalah untuk kita.

    Kalau telur ceplok yang kita makan dan air putih yang kita minum pagi ini terasa nikmat, itu adalah rejeki kita. Kalau gaji yang diperoleh kita bagikan juga untuk zakat, keluarga dan orang lain, itu artinya memang ada rejeki orang lain melalui kita.

    Mari bersyukur..., selalu dan setiap saat. Begitu banyak rejeki yang Allah berikan, tapi kita lupa untuk bersyukur atas semua itu.

    Nah..., sudah bersyukur atas apa Akang Teteh hari ini?

    Apresiasi

    Inspirasi

    Media